Jenis Mekanisme Take Over KPR di Indonesia serta Tips Memilihnya Lengkap Terbaru 2021

Dewasa ini, banyak yang memilih take over KPR usai mengambil kredit kepemilikan rumah. Mekanisme take over produk KPR antar bank pun menjadi hal yang lazim terjadi. Namun, sebelumnya eksistensi take over di sini tidak hanya satu jenis. 

Melainkan, terdiri dari beberapa jenis berbeda. Guna membantu Anda dalam memilih produk take over produk kredit pemilikan rumah, berikut akan diuraikan penjelasannya masing-masing jenisnya secara lengkap. 

Jenis Take Over KPR

Take over KPR yang tidak lain merupakan pengambilalihan kredit pemilikan rumah tidak hanya terdiri dari satu jenis. Melainkan, ada beberapa tipe take over rumah yang berbeda satu dengan lainnya. Pertama, yaitu take over jual beli. 

Senada dengan namanya, yang ditekankan di sini adalah pengambilalihan dalam hal jual beli. Pada tipe yang pertama ini, terdapat 3 pihak sebagai partisipan. Meliputi, pemohon, penjual rumah, dan pihak bank. Mekanisme yang berlaku, pihak pemohon akan melakukan ambil alih angsuran rumah yang belum selesai yang kemudian dialihkan kepada bank. 

Take over kredit rumah yang kedua, yakni take over bawah tangan. Tanpa melibatkan bank, cara ini tergolong tidak resmi. Dalam artian, sebagai pembeli Anda hanya akan mengurus pengambilalihan KPR bersama si pemilik rumah yang lama. 

Umumnya, pembeli diharuskan untuk membayar sejumlah biaya peralihan serta sisa cicilan. Pihak bank tidak mengetahui manakala cicilan telah berpindah, sehingga memunculkan beberapa risiko. Antara lain, pihak penjual dapat melaksanakan oper kredit tanpa sepengetahuan dari si pembeli. Risiko selanjutnya, usai cicilan lunas bisa saja sertifikat diambil penjual secara diam-diam. 

Tipe selanjutnya adalah take over kredit rumah antar bank atau dari bank satu dengan yang lainnya. Kondisi demikian sering terjadi lantaran bank lain menawarkan bunga kredit yang lebih rendah. Agar pengajuan pengambilalihan KPR Anda diterima, pastikan syarat take over kredit antar bank yang berlaku telah terpenuhi seluruhnya. 

Cara Take Over KPR

Cara take over rumah pada hakikatnya tidak sama antar bank. Akan tetapi, secara umum bisa digambarkan garis besarnya. Sebelum melakukan take over, alangkah baiknya untuk menentukan secara matang terlebih dahulu mana bank yang akan digunakan. Adapun  prosedur lengkapnya, sebagai berikut. 

  • Lengkapi Persyaratan 

Usai menentukan pilihan bank yang bisa take over sertifikat rumah, selanjutnya lengkapi seluruh persyaratan yang ada. Beda bank, bisa jadi beda persyaratan. Untuk itu, alangkah baiknya untuk membaca secara teliti perihal persyaratan yang ada. 

  • Penilaian Ulang Oleh Bank

Kemudian, setelah pengajuan diterima oleh bank yang bisa take over kredit akan dilaksanakan penilaian ulang. Yang mana merujuk pada evaluasi kelayakan jaminan. Termasuk di dalamnya untuk menilai kelengkapan dokumen serta keabsahan sertifikat. 

  • Proses Kredit Ulang

Berikutnya, akan terjadi proses kredit ulang jika pengajuan Anda approved. Misal ada peningkatan nilai pinjaman, bank akan memastikan mengenai kemampuan nasabah dalam membayar. Yang mana selain cicilan, juga ada biaya-biaya lain yang melekat padanya. Misal, biaya take over KPR BTN

  • Pembayaran Harga Jual Beli dari Rumah

Terakhir, pembayaran harga jual beli rumah. Manakala pinjaman dari bank ternyata masih belum cukup, maka Anda harus mengeluarkan biaya sendiri. 

Tips Menentukan Pilihan Produk Take Over KPR yang Tepat

Beberapa tips dalam take over sertifikat rumah ke Bank Mandiri maupun dari bank lain, sebaiknya Anda benar-benar memperhatikan ketentuan yang berlaku. Apakah itu take over rumah subsidi, take over KPR BTN, atau yang lainnya pasti dilengkapi oleh sejumlah ketentuan. 

Penting pula untuk mempertimbangkam dengan baik terkait pas tidaknya keputusan take over Anda. Hal ini dapat dilaksanakan melalui penimbangan antara risiko dengan benefit yang bisa diperoleh setelah pengambilalihan KPR berlangsung. 

Setelah mengetahui seluk beluk perihal take over KPR, diharapkan bisa memudahkan Anda jika ingin mengambil produk sedemikian rupa. Termasuk di dalamnya, misal take over Bank Jatim maupun berbagai bank lainnya. Dengan adanya program take over yang tersedia, menjadikan perpindahan KPR dari bank satu ke bank lainnya bisa berjalan secara praktis.