Wisata Religi Di Sunan Ampel Surabaya

makam sunan ampelJelang bulan Ramadhan, umat muslim banyak yang melakukan ziarah ke makam para kyai ataupun wali yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Di Surabaya sendiri, ada makam salah satu wali diantara Wali Songo yang merupakan para penyebar agama Islam di Jawa, yakni makam Sunan Ampel. Sunan Ampel atau yang bernama asli Rahmatulloh atau Raden Rahmat merupakan pria kelahiran 1401 di Champa. Ia merupakan anak dari Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim dengan putri Raja Champa, Dewi Chandrawulan. Penyebaran agam Islam yang dilakukan Rahmatulloh diawali kala ia mengunjungi bibinya, Dwarawati, yang menikah dengan Raja Majapahit, Prabu Sri Kertawijaya. Dalam kunjungannya, Raden Rahamt diminta untuk mendidik rakyat Majapahit yang kala itu mengalami degadrasi moral. Kurang lebih ada 300 keluarga yang ia didik dan mendirikan pemukiman di tanah Ampeldenta, Surabaya. Karena lokasi tempat ia tinggal pula, Rahmatulloh juga disebut dengan Sunan Ampel.

Sunan-AmpelSelama bertugas di tanah Majapahit, Rahmatulloh juga dinikahkan dengan puteri Bupati Tuban Tumenggung Arya, Nyai Ageng Manila. Di sinilah Rahmatulloh mendapat gelar Raden yang akhirnya dipanggil Raden Rahmat. Ketika menginjakkan kaki pertama kali ke tanah Ampel, Raden Rahmat mendirikan sebuah masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah. Ia juga mendirikan pesantren dengan konsep yang sama dengan pesantren milik ayahnya di Gresik. Sunan Ampel juga memiliki ajaran yang sangat memperhatikan kebiasaan mayarakatnya agar ajarannya bisa diterima dengan baik oleh mereka, seperti penyebutan kata musholla dengan”langgar” yang mirip dengan kata langgar, sholat dengan kata “sembahyang”, dan para muridnya yang disebut dengan santri mirip dengan kata shastri yang dalam Hindu berarti orang yang tahu buku suci agama Hindu.

masjid ampelSunan Ampel cukup terkenal karena kebijaksanaannya hingga ketika ayahnya meninggal, ia yang menggantikan sebagai sesepuh Wali Songo dan menjadi juru fatwa di tanah Jawa. Di tahun 1478, Sunan Ampel meninggal dan dimakamkan di samping masjid Ampel. Kini makamnya ramai dikunjungi para peziarah terutama jelang bulan Ramadhan. Bahkan pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, peziarah yang bertandang bisa mencapai 20.000 orang. Kawasan yang telah ditetapakan sebagai wisata religi oleh Pemkot Surabaya di tahun 1972 ini juga dikunjungi sejumlah wisatawan mancanegara, seperti China, Belanda, Saudi Arabia, Malaysia, dan masih banyak lagi. Bahkan sejumlah bule yang tidak beragaa Islam pun kerap mendatangi makam wali ini. Mereka juga menghormati peraturan yang ditetapkan pengelola dengan menggunakan sarung sebagai penutup kepala sebagai pengganti pakaian muslim.

kampungarab2Mengunjungi makam Sunan Ampel memang bukan hanya sekedar berwisata religi. Di sini pengunjung bisa menikmati arsitektur masjid yang dibangun dengan gaya arsitektur perpaduan Jawa Kuno dan Arab. Masjid ini juga dipercaya memiliki karomah tersendiri karena meski diserang penjajah berkali-kali namun tidak mengalami kerusakan. Kayu-kayu jatinya tetap berdiri dengan kokoh menopang masjid. Selain masjidnya, daya tarik lain kawasan Ampel ini adalah perkampungan Arabnya yang cukup terkenal. Kawasan ini berada di Jalan Ampel Suci 45 dan Jl Ampel Masjid 53 dan berjarak 10 km dari pusat Kota Surabaya. Di kampung Arab ini anda bisa mendapatkan berbagai barang khas Arab, mulai dari fashion seperti gamis, peci, hingga parfum. Ada pula kuliner khas Arab seperti kurma, nasi kebuli, kebab, roti maryam, bahkan air zam-zam. Berkeliling di seputar kawasan Sunan Ampel, membuat anda merasa seperti di perkampungan Arab sungguhan. Apalagi pada bulan Ramadhan nanti. Jadi meski puasa, jangan lewatkan untuk tour ke Surabaya ya dan nikmati suasana ala Arab sambil berwisata religi di Kawasan Sunan Ampel Surabaya.

Refrensi:

  • http://kangsambas.blogspot.com/2014/10/kisah-wali-songo-sunan-ampel-raden.html
  • http://www.indonesia.travel/id/destination/531/masjid-dan-makam-sunan-ampel

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.