Taman Alas Purwo, Si Hutan Tua

alas purwoPergi ke sejumlah kawasan wisata di Banyuwangi, anda mungkin melintasi hutan yang oleh masyarakat sekitar di sebut dengan Alas Purwo. Hutan ini juga kerap dilintasi karena lokasinya yang berada di perlintasan jalur yang menghubungkan Banyuwangi dan Situbondo. Dari Banyuwangi jarak ke Alas Purwo sejauh 14 km ke arah utara dan 5 km dari Pelabuhan Ketapang. Sejak tahu 1992, Alas Purwo telah menjadi taman nasional melalui SK Menteri Kehutanan pada tahun 1992. Pada masa Hindia Belanda berkuasa, Alas Purwo merupakan Suaka Margasatwa Banyuwangi Selatan dengan SK Gubernur, Nomor 6 stbl 456, tertanggal 01-09-1939. Saat berstatus Suaka Margasatwa Banyuwangi Selatan luas Alas Purwo mencapai 62.000 hektar. Namun kini hanya tinggal 43.420 hektar saja. Oleh karenanya status Taman Nasional diharapkan bisa menjaga kelestarian dan luasnya kawasan Alas Purwo. Bahkan sejumlah cerita mistis yang diungkapkan masyarakat setempat juga berhasil menjaga luas dan kelestarian hutan ini.

Taman-Nasional-Alas-Purwo,-Banyuwangi-Jawa-Timur-Nama Alas Purwo berkaitan dengan keberadaan hutan ini. Dalam Bahasa Jawa, kata alas purwo berarti hutan pertama atau hutan tertua. Kawasan Taman Nasional Alas Purwo memang merupakan kawasan hutan hujan alami di Indonesia dan Asia. Dahulunya kawasan hutan ini kerap digunakan sebagai tempat mendapatkan kesaktian dengan bertapa dan bersemedi yang akhirnya kental dengan nilai mistis. Bahkan Presiden Soekarno juga dikatakan pernah bertapa di hutan ini. Hutan ini juga memiliki sejumlah gua yang semakin menguatkan posisi hutan sebagai tempat bersemedi. Ada Gua Istana, Gua Putri, Gua Padepokan, dan Gua Macan yang masing-masing goa tersebut bisa dicapai dari Pos Pancur sejauh 2 km dengan berjalan kaki. Dengan adanya gua-gua ini, Taman Nasional Alas Purwo benar-benar mirip dengan hutan yang menjadi latar sejumlah film kuno dan pencak silat.

pura luhurTaman Nasional Alas Purwo juga memiliki situs kawitan dan pura Hindu bernama Pura Luhur Giri Salaka yang telah berumur dan berada di tengah hutan. Meski demikian pura ini masih sering dikunjungi umat Hindu dalam hari suci Pager Wesi setiap 210 hari. Selain upacara Pager Wesi, Taman Nasional Alas Purwo juga kental dengan budaya “Blambangan” karena masyarakat sekitarnya berasal dari Mataram Kuno dengan budaya Jawa yang kental. Mereka juga mempercayai bahwa hutan ini menjadi pemberhentian terakhir rakyat Majapahit kala diserbu Mataram dan menjadi tempat penyimpanan Keris Pusaka Sumelang Gandring. Karenanya di waktu-waktu tertentu pada penanggalan Jawa, hutan ini menjadi tempat meditasi dan upacara keagamaan bagi umat Hindu dan masyarakat kejawen.

goa istana alas purwoTerlepas dari sisi mistis Alas Purwo, hutan ini menjadi tempat yang nyaman bagi sejumlah satwa liar seperti lutung budeng, banteng, ajag, burung merak, ayam hutan, rusa, macan tutul, dan kucing bakau. Ada pula sejumlah satwa langka seperti penyu lekang, penyu belimbing, penyu sisik, dan penyu hijau. Apalagi dengan didukung 580 jenis pohon yang masih terjaga dan berusia rata-rata ratusan tahu. Pohon-pohon di Alas Purwo rata-rata berdiameter 30 cm dengan tinggi sekitar 10-15 meter. Untuk tumbuhan khas dan endemik yang ada di taman nasional ini yaitu sawo kecik, bambu manggong, ketapang, nyamplung, kepuh, keben, dan berbagai jenis bambu.

pantai trianggulasiDi sekitar Taman Nasional Alas Purwo terdapat sejumlah pantai dengan keunikannya tersendiri. Ada Pantai Plengkung yang menjadi surganya para surfer dengan ombaknya yang masuk dalam “The Seven Giant Waves Wonder”. Ada pula Pantai Pancur yang memiliki aliran air sungai yang langsung terjun ke pantai. Selain itu masih ada Pantai Trianggulasi dengan pasir putihnya yang juga menjadi tempat bertelur para penyu. Meski lokasi Taman Nasional Alas Purwo cukup terpencil, tepatnya di Kecamatan Tegaldimo, Kabupaten Banyuwangi, namun dengan pesona yang ditawarkan hutan tua ini cukup membuat para wisatwan tak mempedulikan jarak dan cerita mistis yang beredar di seputar hutan tersebut. Sebagai tips, sebaiknya anda menjaga ucapan dan perbuatan agar terhindar dari akibat pada cerita mistis tersbut. Jadi jangan lewatkan Taman Nasional Alas Purwo dalam tour ke Banyuwangi anda.alas-purwo-road

Refrensi:

  • http://www.indonesia.travel/id/destination/519/taman-nasional-alas-purwo
  • http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_alaspurwo.htm
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.