Benarkah Jembatan Suramadu, Jembatan Terpanjang Di Asia Tenggara

suramaduMain-main ke kota Surabaya, jangan hanya  berkunjung ke area Tugu Pahlawan. Pasalnya landmark kota Surabaya tidak hanya Tugu Pahlawan karena kini Surabaya memiliki jembatan terpanjang di Indonesia. Jembatan Nasional Suramadu ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian kedua daerah, terutama Madura. Karena sebenarnya, Madura juga memiliki sejumlah pesona alam yang bisa dikembangkan menjadi pariwisata.

Selain itu banyak juga yang menduga jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura ini sebagai yang terpanjang di Asia Tenggara, benarkah demikian?

Dengan panjang jembatan yang melintas di selat Madura ini mencapai 5.438 m, jembatan yang satu ini telah menjadi alternatif tujuan wisata baru di Surabaya. Simak pembahasan nya disini.

jembatan-suramaduIde pengadaan Jembatan Nasional Suramadu ini sebenarnya telah berlangsung lama, yang dimulai pada tahun 1960-an. Kala itu salah satu guru besar ITB, Prof Dr Setyadmo (alm), mengusulkan untuk menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera yang disambut baik oleh segenap kalangan dengan dibuatnya desain jembatan di tahun 1965.

Ide dari Prof Dr Setyadmo kemudian menular pada Presiden Soeharto yang bahkan ingin pula membuat jembatan penghubung tidak hanya Jawa-Sumater, namun juga Jawa-Bali dan Jawa-Madura. B. J. Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi diminta untuk mengkaji pembangunan tiga jembatan yang dikenal dengan nama Proyek Tri Nusa Bima Sakti.

Dari kajian tersebut diketahui bahwa jembatan yang paling mumpuni untuk dibangun terlebih dahulu adalah jembatan Jawa-Madura. Hal ini dikarenakan ada beberapa kendala untuk pembangunan dua jembatan lainnya, yakni dana besar dan teknologi yang mumpuni serta merusak habitat burung jalak bali yang ada di Taman Nasional Bali Barat.

suramadu-peresmian-sbyIde pembangunan Jembatan Suramadu terus dikembangkan hingga pada masa kepemimpinan Presiden B.J. Habibie melalui Keputusan Presiden, Nomor 55 Tahun 1990. Pembebasan lahan pun mulai dilakukan baik di sisi Surabaya ataupun Kamal, Madura, meski masih belum menampakkan bentuk fisik jembatan.

Di masa Presiden Megawati Soekarnoputri, baru dilakukan peresmian pembangunan pada 20 Agustus tahun 2003 dan baru dibuka pada 10 Juni 2009 dengan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Konstruksi jembatan dengan lebar mencapai 30 meter ini menyerupai jembatan Golden Gate yang berada di San Fransisco, AS.

Jembatan Nasional Suramadu menyediakan empat lajur dua arah dengan lebar 3.5 meter dan dua lajur darat dengan lebar 2.75 meter. Ada pula lajur khusus bagi pengendara motor yang berada di setiap luar sisi jembatan.

jembatan suramaduJembatan Nasional Suramadu sendiri terdiri dari tiga bagian yakni causeway atau  jalan layang, approach bridge atau jembatan penghubung dan jembatan utama. Jalan layang berfungsi untuk menghubungkan jembatan dengan jalan darat di kedua sisinya melalui perairan dangkal.

Jalan ini memiliki 36 bentang dengan panjang mencapai 1.458 meter di sisi Surabaya dan 45 bentang dengan panjang mencapai 1.818 meter di sisi Madura. Sementara jembatan penghubung terbagi menjadi dua bagian dengan panjang maasing-masing mencapai 672 meter.

Dan yang terakhir jembatan utama yang terdiri dari tiga bagian, yakni dua bentang samping dengan panjang 192 meter dan satu bentang utama yang memiliki panjang 434 meter.

Konstruksi jembatan ini menggunakan cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Ada ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut yang membuat pembangunan jembatan ini memakan waktu lama dan penambahan biaya.

jembatan suramaduJembatan Nasional Suramadu tidak hanya menampilkan kemegahan konstruksinya namun juga memiliki pemandangan yang tak kalah menakjubkan. Lampu-lampu yang menghiasi jembatan ini kala malam hari menjadi pilihan sejumlah fotografer untuk mengabadikannya.

Untuk melintas di jembatan ini anda akan dikenai biaya sebesar Rp 30.000 untuk roda empat dan Rp 3.000 untuk roda dua. Jika anda menggunakan roda dua, anda perlu berhati-hati karena anginnya cukup kencang. Selain itu, anda perlu berhati-hati ketika hendak berfoto di atas jembatan pasalnya ada sejumlah titik dimana anda tidak diperkenenkan berhenti.

Alih-alih bisa berfoto, anda mungkin akan ditilang polusi. Anda bisa menggunakan paket wisata ke Surabaya jika anda berencana ke sejumlah tempat wisata di Surabaya, yang salah satuny adalah Jembatan Suramadu.

Nah kembali ke pertanyaan utama, apakah Jembatan Suramadu ini yang terpanjang di Asia Tenggara? Posisi sebagai jembatan terpanjang di Asia Tenggara saat ini masih dipegang oleh Jembatan Penang atau Jambatan Pulau Pinang di Malaysia dengan total panjang 13,5 km. Namun demikian, jembatan Suramadu yang berlokasi di Surabaya tentu lebih populer bagi warga Jawa Timur karena lebih mudah dijangkau.

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Nasional_Suramadu
  • http://www.lontarmadura.blogspot.com/2011/11/pesona-jembatan-suramadu.html
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.