Goresan Pilu Gunung Lawu Di Bulan Suro

gunung lawuSuka naik kereta api eksekutif Argo Lawu? Ternyata nih travelers, nama kereta ini diambil dari nama salah satu gunung yang ada di Pulau Jawa loh, tepatnya Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, yakni di Kabupaten Magetan dan Kabupaten Karanganyar. Gunung setinggi 3.265 meter ini aslinya termasuk dalam jajaran gunung berapi. Namun kini gunung ini sedang tertidur dan lama tidak aktif. Gunung yang memiliki tiga puncak ini, yakni Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumilah, dan Hargo Dumiling, memiliki pesona yang cukup menakjubkan, yang membuat banyak orang tertarik untuk mengunjunginya. Apalagi di bulan Oktober ini bertepatan dengan bulan Suro dalam penanggalan Jawa dimana banyak kerabat dari Keraton Surakarta dan Yoggyakarta bertandang ke sini. Hal ini berkaitan dengan legenda yang melingkup Gunung Lawu. Konon kabarnya Gunung Lawu merupakan kerajaan pertama yang ada di tanah Jawa bernama Wukir Mahendra dengan raja dari kahyangan. Sejak abda k-15 atau tepatnya sejak pemerintahana Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit hingga Kerajaan Mataram II, Gunung Lawu banyak digunakan sebagai tempat upacara sakral.

pasar diengGunung Lawu juga terkenal dengan aura mistisnya loh travelers. Konon kabarnya gunung ini dijaga oleh makhluk halus yang begitu setia dengan Prabu Brawijaya. Bahkan pada masing-masing puncaknya memiliki penjaga yang berbeda. Misalya saja di Puncak Hargo Dalem dijaga oleh Dipa Menggala, salah seorang dari kepala dusun yang begitu setia menemani Prabu Brawijaya. Kemudian ada kepala dusun lainnya yang bernama Wangsa Menggala yang juga sama-sama menjadi makhluk ghaib untuk menjaga Gunung Lawu. Tak hanya dikunjungi kalangan keraton, di bulan Suro Gunung Lawu juga dikunjungi oleh sejumlah peziarah untuk berkunjung ke makam Sang Prabu Brawijaya. Mereka biasanya melakukan upacara ritual yang dikenal dengan pisowanan sebanyak tujuh kali demi bisa melihat penampakan dari Eyang Sunan Lawu. Aura mistis lain yang ada di Gunung Lawu adalah adanya pasar dieng atau pasar setan. Disebut demikian karena pasar ini kasat mata. Kalau travelers denger ada yang nawarin dagangan, buruan buang duit berapa pun dan ambil barang apa aja deket situ, mau rumput atau batu, seolah bener-bener lagi jual beli.

kebakaran gunung lawuNamun jangan keburu keder dulu travelers kala mendengar kisah mistis Gunung Lawu, karena saat ini ada peristiwa yang lebih membuat kita keder sekaligus sedih. Keindahan dan pesona Gunung Lawu harus tergores dengan peristiwa kebakaran hutan hingga memakan korban. Travelers tentunya uda denger dong mengenai masalah ini. Peristiwa kebakaran yang terjadi pada 18 Oktober lalu tersebut, membuat bulon Suro Gunung Lawu jadi kelabu. Memang kunjungannya tetap ramai namun kunjungan kali ini menyisakan pedih dan tangis. Berawal dari para pendaki yang lupa memadamkan perapian mereka hingga akhirnya merambat ke kawasan hutan di Gunung  Lawu. Kepulan asap pertama kali terlihat pada pukul 08.00 pagi di sekitar pos 3 Cemoro Sewu. Api tersebut dengan mudah merambat karena saat itu angin gunung cukup kencang. Kebakaran ini membuat panik sejumlah pendaki lainnya yang hendak turun hingga akhirnya mereka kembali ke atas dan terjebak di sana. Kurang lebih ada sekitar 50-an pendaki yang terjebak. Usaha pencarian para pendaki hingga kini masih dilakukan oleh semua pihak. Bukan saja angin kencang yang menjadi penghalang namun juga karena mereka harus melakukan pemadaman di seluruh area yang terbakar.

puncak lawuNah travelers, sekarang ngertikan pentingnya buat ngejaga alam tempat kita traveling. Bukan cuma buat kelesatarian hingga anak-cucu kita nanti tapi juga untuk menjaga keselamatan semua pihak. Hanya karena lupa memadamkan api ataupun membuang puntung rokok bisa membuat satu kawasan gunung terbakar. Belum lagi kalau ada korban kayak yang terjadi di Gunung Lawu ini. Jadi sebisa mungkin jangan bikin api kala musim kemarau ya. Bukan hanya mudah menyebar, tapi juga bakal sulit padamkannya. Kalau emang terpaksa membuat api, sebelum meninggalkan lokasi, pastikan api sudah benar-benar padam. Pastikan juga untuk menuruti apa yang diminta oleh penjaga di pos. Jangan hanya karena mengejar keinginan, jadi melupakan peraturan.

padang rumput lawuPeristiwa kebakaran di Gunung Lawu ini membuat sejumlah pesona keindahan Gunung Lawu jadi rusak juga loh travelers. Padahal Gunung Lawu punya pesona yang bisa bikin kamu berdecak kagum. Misalnya saja padang rumput pegunungan banjaran festuca nubigena yang ada di sekitar danau gunung kawah tua. Katanya sih kalau mandi di sini bisa bikin keinginan terkabul. Terus ada lagi nih sendang drajat, yang air sumurnya gak pernah kering. Nah, sayang bangetkan kalau gara-gara kecerobohan dan ketidakpedulian kita terhadap lingkungan bikin semua pesona Gunung Lawu itu jadi menghilang. Jadi yuk sama-sama kita jaga, biar peristiwa ini gak kembali berulang. Yang di Sumatera dan Kalimantan aja belum padam, masak kita juga mau bakar Jawa 😉 Oh iya travelers, kalau males ngerencanain liburan sendiri, mending ikutan paket tour deh, klik aja ini https://goo.gl/zxpKRD

Refrensi:

  • http://www.satujam.com/sebelum-pendakian-ke-gunung-lawu-ketahui-25-hal-berikut-ini/
  • http://nasional.tempo.co/read/news/2015/10/19/078710780/ini-dugaan-penyebab-gunung-lawu-terbakar
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.