Goa Gong Pacitan, Keindahan Tiada Tara Se-Asia Tenggara

goagongJawa Timur gak cuma punya kawasan Bromo aja yang populer hingga ke mancanegara loh travelers. Karena ternyata di Pacitan, sebuah kawasan yang terkenal kering dan tak subur karena demografinya yang dikelilingi dengan pegunungan kapur, menyimpan banyak pesona wisata yang begitu menakjubkan. Meski termasuk dalam daerah gersang dengan kandungan hara yang sedikit sehingga tidak bermanfaat untuk pertanian, namun rupanya memberikan keindahan lain yang mampu membuat berdecak kagum. Dan dengan kontur tanah yang demikian, Pacitan menawarkan wisata goa yang dikenal dengan nama Goa Gong yang menawarkan pemandangan indah dari stalaktit dan stalamit yang begitu menakjubkan. Goa ini bahkan menjadi salah satu dari tujuh tempat wisata yang menjadi andalan Kabupaten Pacitan. Bahkan karena keindahan stalaktit dan stalakmit yang dimiliki membuat Goa Gong menjadi goa terindah se-Asia Tenggara.

gua gongSecara administratif, Goa Gong masuk dalam kawasan Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamtan Punung, yang jika dari pusat kota Pacitan berjarak sekitar 37 km. Goa ini berada diantara gunung-gunung berapi non-aktif yang ada di Jawa Timur seperti Gunung Manyar di sisi utara, Gunung Gede di sisi timur, Gunung Karang Pulut di sisi selatan, dan juga Gunung Grugah di sisi barat. Kedalaman Goa Gong mencapai 256 meter dan dibutuhkan waktu 2 jam untuk menelesuri keseluruhan area goa. Keberadaan goa ini disebabkan dari aktivitas vulkanik dan gerakan temik yang telah berlansung selama ratusan hingga ribuan tahun yang lalu. Stalaktit dan stalakmit yang dimiliki Goa Gong sendiri telah berusia ratusan tahun. Gong adalah salah satu alat musik tradisional Jawa yang ditabuh dan kerap tampil bersama gamelan. Suara tabuhan yang menyerupai bunyi gong menjadi alasan masyarakat untuk memberikan goa ini nama Goa Gong. Bunyi gong tersebut berasal dari tetesan air dalam goa yang mengenai stalaktit dan stalakmit. Meski berlangsung alami namun bunyi tersebut terdengar begitu harmonis dan indah. Bahkan sejak dari pintu masuk, bunyi tersebut sudah terdengar merdu. Belum lagi kala melihat keindahan dari satalaktit dan stalakmit yang rata-rata tiap tahunnya tumbuh sepanjang 0,1 hingga 0,13 mm. Pilar-pilar stalaktit tersebut tumbuh tinggi dan tidak saling berumbuk sehingga nampak seperti ukiran yang begitu menakjubkan.

goa gongPemandangan lain yang akan travelers temui di Goa Gong adalah rekahan endapan kalsium, shawl drappery atau stalaktit yang masih meneteskan air, hingga danau kecil yang terbentuk dari tetesan air di ujung-ujung goa. Sejumlah lampu warna-warni yang sengaja di tempatkan di dalam goa semakin menambah keindahan goa. Namun dengan banyaknya tetesan air yang ada di dalam goa, travelers perlu untuk berhati-hati karena lantainya yang licin. Untuk menikmati pemandangan yang ditawarkan Goa Gong pun travelers tak perlu membayar mahal, hanya Rp 5.000/orang. Sejumlah penjaja kuliner dan cindera mata siap menyongsong anda seusai menjelajah goa. Sehingga gak perlu pusing lagi mau cari makan ataupun oleh-oleh dimana. Kalau butuh penginapan, searching aja di 100malam yang kasi travelers banyak hotel di Pacitan dengan harga murah. Dari Pacitan mau lanjut ke Jogja ataupun Solo juga gak masalah, karena 1001malam punya semua daftar hotel murah se-Nusantara yang bisa kamu booking secara online.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.