Candi Cangkuan Garut

Kalian para pecinta traveler, kurang lengkap rasanya jika kalian belum mengunjungi Candi Cangkuang di kota Garut ini. Seperti pada namanya, candi ini terletak di desa Cangkuang yang namanya diambil dari nama jenis tanaman pandan yang bisa kalian jumpai di lokasi tersebut, tepatnya di makam Embah Dalem Arief Muhammad yang merupakan leluhur Kampung Pulo yang letaknya di  sekitar Candi Cangkuang.

candi cangkuang garut

Daun dari tanaman Cangkuang ini sendiri sering dimanfaatkan untuk membuat tudung tikar atau pembungkus. Candi Cangkuang terletak di daratan yang berada di tengah-tengah danau kecil/setu. Sehingga, ketika kamu ingin berkunjung ke Candi cangkuang diperlukan penyeberangan terlebih dahulu menggunakan perahu atau rakit.

Sebenarnya kampung Pulo ini dikelilingi oleh danau, namun akhir-akhir ini sebagai danau digunakan menjadi tempat persawahan di bagian selatannya.

Di area tersebut kamu tidak hanya menjumpai candi cangkuang saja, melainkan kamu juga akan menjumpai pemandangan adat kampong Pulo yang memang dijadikan sebagai tempat kawasan cagar budaya. Dengan begitu banyaknya destinasi wisata di Garut, banyak hotel di Garut yang berkembang pesat sejalan dengan kepopuleran kota Garut di sektor pariwisata.

Candi Cangkuang ini terletak di sebuah pulau kecil yang luasnya 16,5 hektar dan pulau kecil ini berada di tengah danau Cangkuang secara geografis terletak pada titik kordinat 106°54’36.79” Bujur Timur dan 7°06’09” Lintang Selatan. Area tersebut bukan hanya terdapat satu pulau kecil saja, tetapi kamu akan menjumpai dua pulau kecil yang lebih kecil daripada pulau tersebut.

Lokasi daratan ini merupakan daratan yang subur penuh dengan hijauan daratan. Perlu kalian ketahui, kalau Candi Cangkuang ini terletak di antara empat gunung besar di Jawa Barat di antaranya yaitu Gunung Haruman (1281 mlbl) sebelah Timur – Utara, Pasir Kedaleman (681 mlbl) di Timur Selatan, Pasir Gadung (1841 mlbl) sebelah Selatan, Gunung Guntur (2849 mlbl) sebelah Barat – Selatan, Gunung Malang (1329 mlbl) sebelah Barat, Gunung Mandalawangi sebelah Barat – Utara, dan Gunung Kaledong (1249 mlbl) sebelah Utara. Bagaimana indah bukan? Pastinya kamu takjub melihat beberapa gunung sebagai panorama kebesaran Tuhan ketika berada di lokasi tersebut.

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Candi Cangkuang dari Jakarta terbilang tidak sulit untuk akses menuju lokasi. Kamu cukup membutuhkan waktu 4 sampai 6 jam untuk menuju lokasi tersebut. Namun hal itu tergantung dari kapan kamu berangkatnya.

Jika berangkat di hari libur atau weekend, maka kamu akan menemui jalanan yang macet dan membutuhkan waktu lebih dari 6 jam. Namun, jika kamu menggunakan mobil pribadi, kamu bisa lewat jalan tol Cipularang dan keluar di Cileunyi dan dilanjutkan melalui jalur lalu lintas hingga tiba di Cagak Nagreg.

Setelah itu, kamu bisa melanjutkan kea rah Garut. Setelah kamu tiba di kota Garut, kamu bisa melanjutkan perjalanan hingga tiba di alun-alun kecamatan Leles dan belok ke kiri ikuti jalan desa hingga menemukan kawasan Candi Cangkuang.

cangkuang garut depan

Namun, untuk kamu yang menggunakan kendaraan umum tak perlu khawatir. Gunakan bus dari terminal Pondok Cabe atau Kampung Rambutan menuju Garut yang melewati Cipularang. Disarankan kamu menggunakan bus Primajasa dari Lebak Bulus karena pelayanannya yang baik dibandingkan dengan bus lainnya.

Selain itu, bus Primajasa ini yang melayani rute Garut-Lebak Bulus terbilang sangat banyak, sehingga kamu tidak perlu menunggu lama untuk kedatangan bus ini. Ongkosnya pun terbilang cukup murah yaitu cukup mengelurakan uang sebesar 45 ribu rupiah saja.

Ketika kamu mencoba menggunakan bus ini, setidaknya kamu meminta ke kondekturnya untuk turun di Alun-alun kecamatan Leles. Setelah tiba di Alun-alun kecamatan leles, kamu lanjutkan perjalan menggunakan transportasi umum yang ada di situ.

Sebagai bahan momen kamu, kamu bisa mencobanya untuk menggunakan andong atau delman untuk menuju Candi Cangkuang yang harganya hanya lima ribu rupiah saja untuk naik delman. Karena dengan menggunakan delman, kamu akan santai menikmati panorama hijaunya sawah di sekeliling kamu. Namun, kalau kamu ingin cepat menuju candi Cangkuang, kamu bisa menggunakan ojek pangkalan atau ojek online yang ada dan hanya membutuhkan waktu 5 menit saja.

Setelah tiba di lokasi wisata Candi Cangkuang, saatnya kamu naik rakit untuk menyebrangi danau menuju Candi cangkuang. Untuk naik rakit pun cukup menggunakan 10 ribu rupiah saja.

Di atas rakit, kamu bisa memanfaatkan momen indah di atas danau, sembari beristirahat karena perjalanan jauh. Kamu juga bisa menggunakan jasa pemandu wisata agar dapat menambah wawasan kamu mengenai Candi Cangkuang. Untuk kamu yang berjalan secara rombongan atau kolektif, kamu bisa membayar rakit dengan harga 100 ribu rupiah saja.

Dengan menggunakan rakit, kamu akan merasakan nikmatnya angin danau dan suara air yang tenang untuk terapi ketenanganmu di atas danau. Di sana biasanya juga akan dihibur oleh beberapa pengamen yang siap menghiburmu dalam perjalanan menggunakan rakit. Tenang saja, pengamen-pengamen tersebut tidak akan mengganggu ketentramamu, melainkan akan membawamu ke suasana tenang dan hangat dengan senandung mereka.

Setelah tiba di pulau kecil yang terdapat Candi Cangkuang, maka kamu lanjutkan untuk jalan setapak menuju candi. Kamu akan dijumpai oleh beberapa pedagang kerajinan asli garut sebagai oleh-oleh kamu untuk sanak saudara atau kerabat. Selain itu, kamu akan menjumpai 6 rumah adat dan satu mushalla kecil.

Menurut warga setempat, bahwa 6 rumah adat itu merupakan tempat tinggal orang-orang yang dari keturunan Arif Muhammad yang merupakan sebagai penyebar agama Islam pertama di daerah tersebut. Bahkan kamu akan melihat beberapa rumah adat itu terlihat bahan materialnya yang asli dari masa ke masa.

Norma adat pun juga berlaku di area tersebut yang salah satunya adalah jumlah kepala keluarga di sana tetap berjumlah 6 orang.

Kehidupan di kampong tersebut sangat terlihat tradisional sekali seperti cara mereka tidur, memasak, mandi, dan lain sebagainya. Kamu bisa Tanya-tanya kepada warga kampong tersebut ketika penasaran dengan kehidupan di sana.

candi cangkuang papanSetelah melihat beberapa pemandangan Kampung Pulo itu, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan melintasi tanjakan yang terlalu tinggi, karena lokasi Candi Cangkuang terletak di puncak pulau tersebut.

Menurut sejarah, Candi Cangkuang ini didirikan sekitar abad ke 8 masehi pada masa kerajaan Sunda. Meskipun kamu akan melihat konstruksi Candi Cangkuang ini tidak Nampak asli karena sudah direkonstruksi oleh para arkeolog.

Menurut catatan Belanda tahun 1996, candi ini ditemukan oleh Profesor Uka Candrasasmita yang merupakan seorang arkeolog. Sempat 70% candi ini runtuh kecuali bagian kakinya, namun di tahun 1974 dilakukan rekonstruksi hingga terlihat sampai sekarang.

Gaya arsitektur candi ini pun tidak tampak seperti candi kejawian pada umumnya. Di sana kamu akan menjumpai patung arca Siwa yang berada di atas lembu di bagian tengah candid an ditutup untuk menjaga patung ituu agar tetap terjaga keutuhannya.

Kamu juga akan menjumpai banyak pengunjung yang melempari koin di patung tersebut, sampai sekarang pun belum diketahui alas an mereka melempari koin tersebut.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.