Belanja dan Melihat Pembuatan Sepatu Di Wedoro

wedoro-shoes-industry-01Sidoarjo tidak hanya memiliki Tanggulangin yang memproduksi tas, jaket dan sepatu dari kulit. Ada pula Desa Wedoro, Kecamatan Waru yang menjadi sentra pengerajin sepatu. Lokasinya yang berbatasan dengan Kelurahan Kutisari dan Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya semakin menjadikan kawasan ini mudah dijangkau. Tak kurang ada sekitar 210 outlet penjual sepatu ada di desa ini. Belum lagi para pengrajinnya yang mencapai 600 orang, semakin membuat desa ini lekat sebagai sentra kerajinan sepatu. Desa yang juga berbatasan dengan Desa Kepuh Kiriman, Tropodo, Janti dan Ngingas ini telah terkenal sebagai sentra kerajinan sepatu sejak sebelum Indonesia merdeka. Dahulunya masyarakat desa ini selain menjadi pengerajin juga menjadi  petani. Seiring dengan semakin berkembangnya area perumahan, area persawahan di desa ini pun menghilang. Praktis, sejak tahun 1990-an, sebagian besar pendudukDesa Wedoro hanya berprofesi sebagai pengerajin.

Sentra-Sepatu-Wedoro_1-680x365Produktivitas sentra kerajinan sepatu Desa Wedoro ini bisa dibilang cukup tinggi. Dalam satu minggu para pengerajin bisa memproduksi hingga 100 koli sepatu dan sandal. Pesanan pun tidak hanya datang dari Sidoarjo namun juga dari luar Sidoarjo bahkan luar Pulau Jawa. Umumnya pesanan berasal dari Surabaya, Malang, Jombang, Pasuruan, Bogor, Lampung, hingga Samarinda. Tak jarang masyarakat luar Pulau Jawa pun belajar membuat sepatu dan sandal di desa ini. Produk yang ditawarkan dari para pengerajin sepatu Wedoro cukup bersaing dengan banyak varian dan cukup inovetif. Hampir selalu saja ada model baru yang dikeluarkan setiap bulannya. Selain itu harga yang ditawarkan pun tak terlalu mahal. Bahkan untuk sandal jepit anda bisa mendapatkan tiga sekaligus hanya dengan Rp. 10.000. Tak heran jika banyak pecinta sepatu dan sandal yang bertandang ke sini. Banyak pula pedagang yang mengambil barang di sini untuk dijual kembali. Semua ini dilakukan pengerajin demi menjaga kepuasan pembeli. Selain pembeli yang langsung bertandang ke Desa Wedoro, para pengerajin juga mendistribusikan hasil tangan mereka ke sejumlah pasar grosir, seperti Pasar Turi, Pusat Grosir Surabaya, dan sejumlah supermarket.

pengerajin sandal wedoroSayangnya seiring berjalannya waktu, jumlah pengerajin sepatu di Desa Wedoro semakin berkurang. Hal ini tidak hanya terjadi di Wedoro namun juga di beberapa sentra kerajinan sepatu lainnya seperti, Kepuh Kiriman, Wadung Asri, Brebek, Tambak Rejo, Tropodo, Ngingas, dan Janti. Pemukiman yang semakin padat menjadikan akses jalan ke sentra kerajinan ini pun semakin sempit. Bahkan akses untuk parkir juga berkurang sehingga mengurangi kenyamanan pembeli yang bertandang ke sana. Tingginya persaingan dan serbuan produk sepatu dari luar seperti China dengan harga yang lebih murah semakin memperburuk pasar. Apalagi tingginya upah pegawai juga menjadi alasan sepinya pembeli di Wedoro. Akhirnya sejumlah pemilik outlet yang pada awalnya memberi dari pengerajin setempat justru membeli sepatu dari pasar grosir yang pada awalnya justru mendapat sepatu dari pengerajin di Wedoro. Hanya pada musim lebaran dan tahun ajaran baru koleksi sepatu Wedoro diserbu pengunjung.

desa-wedoro1Karenanya untuk membantu keberlangsungan para pengerajin sepatu ini, jangan lupa untuk membeli sepatu atau sandal di Desa Wedoro kala anda berkunjung ke Sidoarjo ataupun Surabaya. Apalagi jelang tahun ajaran baru dan lebaran tahun ini. Anda masih bisa menjumpai sejumlah pengerajin yang masih kontisten membuat sepatu di sini dengan kualitas dan harga  yang cukup bersaing dengan produk luar. Bahkan anda pun bisa mengintip langsung proses pembuatan sepatu dan sandal tersebut langsung dari ahlinya. Yuk kita cintai Indonesia dengan membeli produk asli Indonesia yang salah satunya adalah Sepatu Wedoro ini 🙂

Refrensi:

  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/wedoro.html
  • http://umkmnews.com/headline/banjir-produk-tiongkok-sentra-sepatu-wedoro-nelongso.html
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.